
Atlantis umumnya hanya dianggap dongeng yang dibuat oleh seorang Plato dalam bukunya yang berjudul Timaeus dan Critias. Terkadang beberapa ahli menganggap Atlantis ini sebagai penggambaran kejadian di masa lalu seperti perang Troya dan letusan Thera ataupun ilustrasi politik dari seorang filsuf Plato.
Sampai saat ini, Atlantis masih sering dibicarakan dan belum diketahui keberadaanya. Jadi apakah atlantis Nyata? atau Mitos?
Menurut pandangan Plato dalam catatan Timaeus dan Critias yang ditulis 360 tahun SM sekaligus buku yang pertama kali menerangkan tentang kota Atlantis. Namun, catatan pada Critias tidak diselesaikan Plato tanya sebab apapun. Tapi banyak ahli berasumsi bahwa Plato akan membuat catatan ketiga yang berjudul Hermocrates. Dalam karya terlusinya, Plato menggunakan Dialog socrates untuk mendiskusikan posisi yang saling berlawanan dalam hubungan perkiraan.
Pada buku Timaeus Plato berkisah :
"Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam."
Sementara pada catatan Critias yang diduga merupakan pendeskripsian Atlantis yang spesifik dan sempurna. Dalam catatannya, Athena kuno mewakili "komunitas sempurna" dan Atlantis adalah musuhnya, mewakili ciri sempurna sangat antitesis yang dideskripsikan dalam Republic. Menurut Critias, 9000 tahun sebelum kelahirannyaperang terjadi antara bangsa yang berada di luar Pilar-pilar Herkules (umumnya diduga Selat Gibraltar), dengan bangsa yang tinggal di dalam Pilar. Bangsa Atlantis menaklukkan Libya sampai sejauh Mesir dan benua Eropa sampai sejauh Tirenia, dan menjadikan penduduknya budak. Orang Athena memimpin aliansi melawan kekaisaran Atlantis, dan sewaktu aliansi dihancurkan, Athena melawan kekaisaran Atlantis sendiri, membebaskan wilayah yang diduduki. Namun, nantinya, muncul gempa bumi dan banjir besar di Atlantis, dan hanya dalam satu hari satu malam, pulau Atlantis tenggelam dan menghilang.
Banyak ahli filsuf lain yang juga menulis tentang keberadaan Atlantis ini, namun semua lebih didasari kembali pada karya-karya Plato. Banyak pula ahli-ahli dalam dunia modern yang memuat atau mendeskripsikan tentang Atlantis ini, tapi semuanya sama hanya didasari pada Timaeus dan Critias. Dengan teori continental drift secara luas diterima selama tahun 1960-an, kebanyakan teori "Benua Hilang" Atlantis mulai menyusut popularitasnya. Beberapa teoris terkini mengusulkan bahwa elemen cerita Plato berasal dari mitologi awal.
Pada tahun 1882, Ignatius L. Donnelly mempublikasikan Atlantis: the Antediluvian World. Karyanya menarik minat banyak orang terhadap Atlantis. Donnelly mengambil catatan Plato mengenai Atlantis dengan serius dan menyatakan bahwa semua peradaban kuno yang diketahui berasal dari kebudayaan Neolitik tingginya. Selama akhir abad ke-19, gagasan mengenai legenda Atlantis digabungkan dengan cerita-cerita "benua hilang" lainnya, seperti Mu dan Lemuria. Helena Blavatsky, "Nenek Pergerakan Era Baru", menulis dalam The Secret Doctrine (Doktrin Rahasia) bahwa bangsa Atlantis adalah pahlawan budaya (kontras dengan Plato yang mendeskripsikan mereka sebagai masalah militer), dan "Akar Ras" ke-4, yang diteruskan oleh "Ras Arya". Rudolf Steiner menulis evolusi budaya Mu atau Atlantis. Edgar Cayce pertama kali menyebut Atlantis tahun 1923[15] dan nantinya menjelaskan bahwa lokasi Atlantis berada di Karibia dan menyatakan bahwa Atlantis adalah peradaban kuno yang jaya, memiliki kapal dan pesawat tempur yang menggunakan energi dalam bentuk kristal energi misterius, dan telah tenggelam. Ia juga memprediksi bahwa sebagian dari Atlantis akan naik ke permukaan tahun 1968 atau 1969. Jalan Bimini, yang ditemukan oleh Dr. J. Manson Valentine, merupakan formasi batu tenggelam yang terlihat seperti jalan di sebelah utara Kepulauan Bimini Utara. Jalan ini ditemukan pada tahun 1968 dan diklaim sebagai bukti peradaban yang hilang dan kini masih diteliti.
Sejak hipotesis Donnelly, banyak hipotesis-hipotesis tentang keberadaan tempat ini. Hipotesis tersebut ada yang didasarkan pada arkeologi dan ilmiah adapula yang menggunakan ilmu fisika.
Berikut beberapa dugaan tentang lokasi keberadaan Atlantis ini :
- Al-Andalus
- Kreta dan Santorini
- Turki
- Di dekat Siprus
- Timur Tengah
- Malta
- Sardinia
- Troya
- Antarktika
- Australia
- Kepulauan Azores
- Tepi Bahama dan Karibia
- Bolivia
- Laut Hitam
- Inggris
- Irlandia
- Kepulauan Canary dan Tanjung Verde
- Denmark
- Finlandia
- Indonesia
- Isla de la Juventud dekat Kuba
- Meksiko
- Laut Utara
- Estremadura, Portugal
- Swedia
Fakta
Mengapa demikian ?
Dari beberapa karya yang telah dipaparkan, banyak ilmuan baik modern maupun ilmuan lama yang menadobsi atau mendasarkan teori mereka tentang Atlantis pada karya filsuf terkenal, yaitu : Plato. Mengapa kisah yang ditulis Plato dalam buku Timaeus dan Critias dapat disumpulkan bahwa keberadaan Atlantis adalah benar ? karena Plato adalah seorang filsuf yang mempelajari ilmu filsafat yaitu studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar, logika, dan matematika. Dari hal itu dapat disimpulkan bahwa ia telah berfikir secara kritis tentang keberadaan kota ini. Seiring berkembangnya teknologi, manusia sudah menjelajahi Bulan tapi hanya baru menjelajahi 3%-7% dari lautan. Jikapun pada zaman yang sudah super canggih ini manusia lebih memilih menjelajahi lautan daripada ruang angkasa, besar mungkin Atlantis yang hilang dapat ditemukan dan dapat dibuktikan keberadaanya.
Bagaimana pendapat kalian ? tulis apda kolom komentar dibawah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar